KESANTUNAN BERBAHASA SISWA DALAM INTERAKSI KOMUNIKASI DI SEKOLAH DASAR: KAJIAN PRAGMATIK PERSPEKTIF GEOFFREY LEECH

Authors

  • Mira Hoeriah Universitas Garut Author

DOI:

https://doi.org/10.63863/jce.v3i3.437

Abstract

Kesantunan berbahasa merupakan salah satu aspek penting dalam membangun komunikasi yang harmonis di lingkungan sekolah dasar. Penggunaan bahasa oleh siswa dalam berinteraksi dengan guru maupun teman sebaya tidak hanya berkaitan dengan penyampaian pesan, tetapi juga mencerminkan sikap menghargai, bekerja sama, mengendalikan diri, dan menunjukkan kepedulian terhadap mitra tutur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa siswa berdasarkan perspektif pragmatik Geoffrey Leech di SDIT Atikah Musaddad. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan peserta didik dalam interaksi komunikasi di lingkungan sekolah, baik pada saat proses pembelajaran maupun di luar proses pembelajaran. Informan penelitian terdiri atas siswa kelas V Isa dan wali kelas. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif pasif, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi berupa rekaman interaksi. Analisis data dilakukan melalui identifikasi, klasifikasi, interpretasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan berdasarkan enam maksim kesantunan Geoffrey Leech, yaitu maksim kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, pemufakatan, dan kesimpatian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam komunikasi siswa ditemukan bentuk pematuhan sekaligus pelanggaran prinsip kesantunan. Pematuhan ditemukan pada maksim kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, dan pemufakatan. Pematuhan paling terlihat pada sikap berbagi, membantu, mengantre, mengucapkan terima kasih, menghargai pendapat, tidak menyela pembicaraan, dan menerima hasil musyawarah. Sementara itu, pelanggaran ditemukan pada maksim kebijaksanaan, penghargaan, kesederhanaan, dan kesimpatian. Bentuk pelanggaran antara lain penggunaan kata yang menyakiti mitra tutur, mempermalukan teman, memerintah dengan nada kasar, menonjolkan kelebihan diri, berprasangka buruk, merendahkan orang lain, serta mengejek teman yang mengalami kesulitan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa pembiasaan dan keteladanan guru menjadi salah satu upaya penting dalam membentuk kesantunan berbahasa siswa.

 

Kata kunci: kesantunan berbahasa, siswa sekolah dasar, pragmatik, Geoffrey Leech, komunikasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andianto, M. R., Muti'ah, A., Rijadi, A., Wuryaningrum, R., & Purnomo, B. E. (2020). Pembelajaran kesantunan berbahasa di era menuju Indonesia emas. Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran, 9(1), 23–36.

Anggraini, N., Rahayu, N., & Djunaidi, B. (2019). Kesantunan berbahasa Indonesia dalam pembelajaran di kelas X MAN 1 Model Kota Bengkulu. Jurnal Ilmiah KORPUS, 3(1), 42–54.

Arrahman, R., Abd Gani, A., Lamusiah, L., & Mandala, H. (2022). Penguatan pendidikan karakter siswa dalam kesantunan berbahasa. Jurnal Ilmiah Telaah, 7(1), 136–144.

Audria, H. (2022). Analisis kesantunan berbahasa anak usia dini di Desa Pabuaran Kecamatan Gunungsindur Kabupaten Bogor. Bachelor’s thesis, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Budiya, B. (2021). Manajemen pengelolaan kelas masa pandemi di SD Ta’miriyah Surabaya. Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 4(1), 50–54.

Citra, K. H. E. (2021). Tindak kesantunan berbahasa pada kalangan remaja di Telaga Dewa V RT 15 Kota Bengkulu: Kajian sosiolinguistik. UIN Fatmawati Sukarno.

Eliastuti, M., Waleulu, F. E. P., Purwaningsih, N. D., Fadillah, M. N., & Misar, M. (2023). Analisis kesantunan berbahasa pada media Instagram @jokowi: Kajian pragmatik. Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora, 2(6), 639–654.

Fadlilah, A., Khuzaemah, E., Zuhdi, I., & Rahmawati, R. (2023). Ketidaksantunan berbahasa di Indonesia: Kajian sosiolinguistik. Indonesian Language Education and Literature, 8(2), 290–304.

Haryadi, dkk. (2021). Kesantunan berbahasa dalam percakapan guru dan siswa dalam proses belajar mengajar.

Nurfaizah, M., & Puspitasari, A. (2023). Peran tindak tutur kesantunan berbahasa siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan metode diskusi di kelas XI SMAN 1 Bantaeng.

Prasetya, K. H., Subakti, H., & Musdolifah, A. (2022). Pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa peserta didik terhadap guru sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(1), 1019–1027. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i1.2067.

Putradi, A. W. A., dkk. (2024). Pragmatik. Jakarta Timur: Bumi Aksara.

Rahardi, K. (2018). Pragmatik. Jakarta: Erlangga.

Saifudin, A., & Nuswantoro, U. D. (n.d.). Kesantunan bahasa dalam studi linguistik pragmatik.

Santosa, A. B., & Zuhaery, M. (2021). Membangun karakter siswa melalui kesantunan berbahasa. Perspektif Pendidikan dan Keguruan, XII(2).

Santoso, B. W. J. (2019). Kesantunan berbahasa. Semarang: LPPM UNNES.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sumarlam. (2017). Pemahaman dan kajian pragmatik. Solo: Bukukatta.

Published

2026-09-05

How to Cite

KESANTUNAN BERBAHASA SISWA DALAM INTERAKSI KOMUNIKASI DI SEKOLAH DASAR: KAJIAN PRAGMATIK PERSPEKTIF GEOFFREY LEECH. (2026). Jurnal Cahaya Edukasi, 3(3). https://doi.org/10.63863/jce.v3i3.437