Representasi Perempuan dalam Tradisi Gowok pada Film Gowok: Kamasutra Jawa
DOI:
https://doi.org/10.63863/jce.v2i4.163Keywords:
Representasi Perempuan, Tradisi Gowok, Gender, FilmAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana perempuan direpresentasikan dalam tradisi gowok, sebagaimana digambarkan dalam film Gowok: Kamasutra Jawa. Tradisi gowok, yang dalam beberapa sumber sastra dipandang sebagai ritual bimbingan bagi laki-laki muda menuju kedewasaan, seringkali dipahami dari perspektif budaya Jawa yang menempatkan perempuan pada posisi spesifik terkait peran, fisik, dan dinamika kekuasaan mereka. Dengan menggunakan metode kualitatif dan analisis representasional, penelitian ini mengkaji bagaimana film tersebut membentuk citra perempuan dalam konteks tradisional ini melalui cerita, karakter, simbol budaya, dan relasi gender yang digambarkan. Data dikumpulkan melalui observasi film dan tinjauan pustaka tentang budaya Jawa, tradisi gowok, dan teori feminis. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa film tersebut mengkonstruksi perempuan sebagai figur yang berpengetahuan dan berpengaruh dalam upacara kedewasaan, tetapi sekaligus menempatkan mereka dalam kerangka yang masih dipengaruhi oleh nilai-nilai patriarki. Representasi perempuan dalam film tersebut menampilkan dualitas: perempuan digambarkan memiliki kekuatan simbolis dalam tradisi, namun tetap dibatasi oleh struktur budaya yang menempatkan laki-laki sebagai pusat proses pendewasaan. Studi ini menekankan bahwa film memainkan peran penting dalam membentuk pandangan masyarakat tentang posisi perempuan dalam tradisi lokal dan mendorong dialog mengenai hubungan gender dalam budaya Jawa.
Downloads
References
[1] ePrints Universitas Muhammadiyah Gresik. (2025). Fix Bab 3. http://eprints.umg.ac.id/3050/4/fix%20bab%203.pdfJ. Clerk Maxwell, A Treatise on Electricity and Magnetism, edisi ke-3, vol. 2. Oxford: Clarendon, 1892, hlm.68–73.
[2] Indrianti, P., Kurniawan, O., & Hassan, F. H. (2021). Visual analysis of Muslimah clothing style in Java: Kemben. el Harakah, 23(1). https://info.trilogi.ac.id/repository/assets/uploads/DP/be87b-el-harakah-the-visual-analysis-of-muslimah-clothing-style-in-java.pdf DOI: https://doi.org/10.18860/eh.v23i1.11709
[3] JatengKita. (2025). Kemben: Antara kesopanan, tradisi, dan transformasi budaya Jawa. https://jatengkita.id/kebudayaan/kemben-antara-kesopanan-tradisi-dan-transformasi-budaya-jawa/R. Nicole, "Judul kertas dengan hanya kata pertama yang dikapitalisasi," J. Name Stand. Singkatan, dalam pers.
[4] Khoirunnisa, N., & Hambali, M. (2025). Representasi ketidakadilan gender dalam film Please Be Quiet: Analisis wacana kritis Sara Mills. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 18(2), 293–318. https://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/Stilistika/index DOI: https://doi.org/10.30651/st.v18i2.26295
[5] Kompas.id. (2025). Representasi seksualitas, kuasa, dan politik tubuh perempuan dalam film Gowok: Kamasutra Jawa. https://www.kompas.id/artikel/representasi-seksualitas-kuasa-dan-politik-tubuh-perempuan-dalam-film-gowok-kamasutra-jawa
[6] Nugroho, Y. E. (2023). The transition of women's ideology in modern Javanese literary texts. Javanologi, 6(2). https://jurnal.uns.ac.id/javanologi/article/download/75120/41179 DOI: https://doi.org/10.20961/javanologi.v6i2.75120
[7] Setyawan, S. (2022). Shift in the meaning of Kanca Wingking in Javanese society. Javanologi. https://jurnal.uns.ac.id/javanologi/article/view/84123
[8] Sonobudoyo Museum. (2024). Peran perempuan Jawa dalam koleksi artefak rumah tangga tradisional. https://sonobudoyo.jogjaprov.go.id/id/tulisan/read/peran-perempuan-jawa-dalam-koleksi-artefak-rumah-tangga-tradisional-di-sonobudoyo
[9] Sri Widati. (2022). Feminisme dalam sastra Jawa: Sebuah gambaran dinamika sosial. Javanologi: International Journal of Javanese Studies, 6(1), 1178–1187. https://dx.doi.org/10.20961/javanologi.v6i1.71593
[10] Sosiologi Budaya. (2013). Cultural representation / Re-presentasi budaya. https://sosiologibudaya.wordpress.com/2013/03/13/cultural-representation-re-presentasi-budaya/
[11] Suryadi, M. (2019). Potret kekuatan perempuan Jawa dalam bingkai peralatan tradisional masyarakat Jawa pesisir. NUSA, 14(1). https://ejournal.undip.ac.id/index.php/nusa/article/download/23815/15365 DOI: https://doi.org/10.14710/nusa.14.1.22-32
[12] Sumiyati, A., & Gunarhadi. (2022). Kejawen clothes completed with Kromo Javanese able preserving the culture of courage in the school environment. Javanologi, 6(1). https://jurnal.uns.ac.id/javanologi/article/viewFile/71593/39678 DOI: https://doi.org/10.20961/javanologi.v6i1.71593
[13] Universitas Pendidikan Indonesia. (n.d.). S_PKN_1504953_Chapter3. https://repository.upi.edu/43592/4/S_PKN_1504953_Chapter3.pdf
[14] Wikipedia. (n.d.). Kemben. Diakses 23 November 2025, dari https://en.wikipedia.org/wiki/Kemben
[15] Wiwien Widyawati Rahayu. (2022). Subalternitas perempuan dalam cerita pendek Jawa. Jurnal Madah. https://madah.kemdikbud.go.id/index.php/madah/article/view/425


