Perbedaan Diksi antara Mahasiswa dan Mahasiswi JPBSI Angkatan 2024 Kelas A-1 Dalam Komunikasi WhatsApp
DOI:
https://doi.org/10.63863/jce.v2i4.151Keywords:
Bahasa Indonesia, linguistik terapanAbstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan diksi antara mahasiswa dan mahasiswi JPBSI Angkatan 2024 Kelas A-1 dalam komunikasi melalui WhatsApp serta mengidentifikasi jenis-jenis diksi yang muncul. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui dokumentasi percakapan dan dianalisis berdasarkan kategori diksi seperti formal, informal, emotif, dan ekspresif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung menggunakan diksi ringkas, langsung, dan minim ekspresi, sedangkan mahasiswi lebih banyak memakai diksi ekspresif, emotif, dan deskriptif. Perbedaan ini dipengaruhi oleh konteks sosial, tujuan komunikasi, dan gaya berbahasa tiap penutur. Temuan ini menegaskan adanya pola diksi berbasis gender dalam komunikasi digital.
Downloads
References
Cameron, D. (2007). The Myth of Mars and Venus: Do Men and Women Really Speak Different Languages? Oxford University Press.
Elok Faiqotul Hikmah. (2025). “Bahasa Sebagai Identitas Gender: Studi Kasus Penggunaan Bahasa di Media Sosial X”. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Vol, 8 No. 1, Maret 2025. DOI: https://doi.org/10.29408/sbs.v8i1.29285
Gender, bahasa dan kekuasaan / oleh Esther Kuntjara. - Cet. 1.- Jakarta: Gunung Mulia, 2003.
Hasim, E. (2019). PERKEMBANGAN BAHASA ANAK. PEDAGOGIKA , 9 (2), 195-206. DOI: https://doi.org/10.37411/pedagogika.v9i2.87
Holmes, J. (2013). An Introduction to Sociolinguistics (4th ed.). Routledge. DOI: https://doi.org/10.4324/9781315833057
Temaja, I. G. B. W. B. dan Purandina, I. P. Y. (2022). “Perbedaan Penggunaan Bahasa antara Laki-laki dan Perempuan Dalam Berkomunikasi di Facebook”. Jurnal Riset Komunikasi, Media, dan Public Relation. Vol 1 No 1 (2022): Samvada Mei 2022. DOI: https://doi.org/10.53977/jsv.v1i1.562
Iswatiningsih, D. (2021). Ragam bahasa gaul remaja di media sosial: Analisis bentuk dan makna. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 7(3), 478–48.
Lakoff, R. (1975). Language and Woman’s Place. Harper & Row.
Saleh, Sirajuddin. (2017). Analisis Data Kualitatif. Bandung: Pustaka Ramadhan.
Sibuea, P., Guci, R. M., & Hsb, A. I. A. (2025). Diksi dan makna dalam komunikasi: Pilar konseptual dalam perkembangan masyarakat digital kontemporer. DEVELOPMENT: Journal of Community Engagement, 4(1), 267–280. DOI: https://doi.org/10.46773/djce.v4i1.2103
Sosiolinguistik Oleh Fitri Amilia, Dr. Tanzil Huda, M.Pd. , Dr. Siti Salamah, M.Hum. , Dr. Astri Widyaruli Anggraeni, M.A. , Prof. Dr. Sugiarti,
Syahrizal, H., & Jailani, M. S. (2023). Jenis-jenis penelitian dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif. QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 1(1), 13-23. DOI: https://doi.org/10.61104/jq.v1i1.49
Tagliamonte, S. A., & Denis, D. (2008). Linguistic ruin? LOL! Instant messaging and teen language. American Speech, 83(1), 3–34. DOI: https://doi.org/10.1215/00031283-2008-001
Tannen, D. (1990). You Just Don’t Understand: Women and Men in Conversation. Ballantine Books.


