EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI) BERBASIS STORYTELLING PADA MATERI WALISONGO DI MADRASAH IBTIDAIYAH: STUDI OBSERVASI DI MIN 4 TASIKMALAYA
DOI:
https://doi.org/10.63863/jce.v3i2.393Abstract
Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) kerap menghadapi tantangan berupa rendahnya keterlibatan siswa akibat dominasi metode konvensional yang berpusat pada hafalan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan pembelajaran SKI pada materi Walisongo di kelas VI MIN 4 Tasikmalaya, dengan fokus pada efektivitas metode storytelling, peran media pembelajaran, internalisasi nilai moderasi beragama, serta kendala struktural yang dihadapi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi non-partisipan, wawancara singkat, dan dokumentasi, data dikumpulkan pada 6 Mei 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru secara kreatif menerapkan metode bercerita (storytelling) yang terbukti mampu meningkatkan antusiasme dan keterlibatan kognitif serta afektif siswa. Penggunaan papan tulis sebagai media peta konsep visual dinilai efektif sebagai kompensasi atas keterbatasan sumber belajar cetak. Namun, kendala kritis berupa rasio buku paket yang tidak memadai—satu buku digunakan oleh dua hingga tiga siswa—secara signifikan menghambat kemandirian literasi dan kedalaman pemahaman individual. Temuan ini memperkuat pentingnya dukungan sarana-prasarana belajar yang merata sebagai prasyarat implementasi pembelajaran berpusat pada siswa sebagaimana diamanatkan Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2022. Artikel ini memberikan kontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran SKI yang lebih adaptif dan berkeadilan di konteks madrasah


