Stilistika Prefiks Pe(N)- pada Empat Cerpen Dear, Allah Ternyata Engkau Begitu Dekat
DOI:
https://doi.org/10.63863/jce.v2i4.265Keywords:
stilitiska, morfologi, prrefiks pe(N)-, karya sastra, cerpenAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna stilistika yang dihasilkan oleh penggunaan prefiks pe(N)- dalam kalimat naratif pada empat cerpen yang termuat dalam buku Dear, Allah Ternyata Engkau Begitu Dekat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa kata-kata berprefiks pe(N)- yang ditemukan dalam teks narasi cerpen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sepuluh bentuk kata berprefiks pe(N)- yang secara morfologis berfungsi sebagai pembentuk nomina hasil derivasi. Secara stilistika, prefiks pe(N)- tidak hanya berperan dalam membentuk makna gramatikal, tetapi juga berkontribusi dalam membangun nuansa emosional, penguatan konflik, legitimasi institusional, refleksi moral, serta pendalaman pengalaman batin tokoh dalam narasi. Dengan demikian, penggunaan prefiks pe(N)- dalam karya sastra memiliki peran penting sebagai unsur pembangun makna ekspresif dan estetis dalam teks naratif. Dokumen elektronik ini adalah templat "langsung" dan sudah mendefinisikan komponen makalah Anda [judul, teks, judul, dll.] dalam lembar gayanya.
Downloads
References
[1]Cahyono, N., Andayani, & Mujiyanto, Y. (2018). Analisis stilistika novel Dari Hari ke Hari karya Mahbub Djunaidi dan relevansinya sebagai materi ajar bahasa Indonesia di sekolah menengah atas. BASASTRA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 6(2), 1–15. ISSN 2302-6405.
[2]Chaer, A. (2008). Morfologi bahasa Indonesia (pendekatan proses). Jakarta: Rineka Cipta.
[3]Chaer, A. (2012). Linguistik umum. Jakarta: Rineka Cipta.
[4]Moleong, L. J. (2017). Metode penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
[5]Munir, S., Hayati, N., & Mulyono. (2013). Diksi dan majas dalam kumpulan puisi Nyanyian dalam Kelam karya Sutikno W.S.: Kajian stilistika. Jurnal Sastra Indonesia, 2(1), 1–9. ISSN 2252-6315.
[6]Putrayasa, I. B. (2010). Kajian morfologi: Bentuk derivasional dan infleksional (Cet. 2). Bandung: Refika Aditama.
[7]Sari, M. A., Nadhifah, A., Aini, A. Q., & Afkar, T. (2025). Analisis morfologi afiksasi pada noveltoon Di Balik Cadar Aisha bab 19 karya Almaira. Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya, 3(1), 1–8. https://doi.org/10.61132/morfologi.v3i1.1314
[8]Simaremare, J. A., Sitinjak, I. P., Purba, E. T., Gulo, F. H. J., Samosir, E., Pasaribu, A. S. R., & Simanjuntak, M. A. (2024). Analisis bentuk, fungsi, dan makna prefiks dalam novel Tapak Jejak karya Fiersa Besari. Jurnal Serunai Bahasa Indonesia, 21(1), 1–10. e-ISSN 2621-5616. Diakses dari https://mail.ejournal.stkipbudidaya.ac.id/index.php/je/article/view/1098
[9]Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Ed. II, Cet. I). Bandung: Alfabeta. ISBN 978-602-289-533-6.
[10]Willianti, L. R. (2020). Analisis kesalahan penulisan afiksasi dalam karangan eksposisi siswa kelas VIII-9 di MTsN 1 Tulungagung (Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Tulungagung). Diakses dari http://repo.uinsatu.ac.id/18132/


