Penyederhanaa Bunyi dalam Tuturan Anak Usia 3 Tahun: Analisis Fonologis pada Ucapan Junhoo dalam Kanal Youtube Aa Daehoon

Authors

  • Steffanie Gracia Universitas Lambung Mangkurat Author

DOI:

https://doi.org/10.63863/jce.v2i4.229

Keywords:

psikolinguistik, fonologi, penyederhanaan bunyi, pemerolehan fonologi, anak usia dini, proses fonologis, studi kasus

Abstract

Perkembangan fonologi pada masa kanak-kanak awal merupakan fase penting dalam perkembangan bahasa, di mana anak-anak mulai membentuk sistem bunyi mereka sendiri sesuai dengan kemampuan artikulasi yang sedang berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan berbagai bentuk penyederhanaan bunyi yang muncul dalam ucapan seorang anak berusia tiga tahun bernama Junhoo, melalui analisis data dari video di saluran YouTube AA DAEHOON. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, dengan penekanan pada ucapan spontan, yang dianggap lebih mampu mencerminkan representasi fonologis anak secara autentik. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan mendalam, pemutaran ulang video berulang, dan pencatatan sistematis ucapan yang menunjukkan penyimpangan fonologis. Hasil penelitian mengungkapkan berbagai proses fonologis, seperti penggantian fonem, penghapusan fonem, epentesis, metatesis, asimilasi, pengurangan kluster konsonan, dan penghapusan silabel. Polanya penyederhanaan ini tampak konsisten dan menggambarkan bagaimana anak-anak beradaptasi dengan kompleksitas struktur bunyi bahasa dewasa. Temuan ini sejalan dengan teori-teori akuisisi fonologis yang diusulkan oleh Ingram (1989) dan Jakobson (1968), yang menyatakan bahwa perkembangan fonologis bersifat bertahap dan menunjukkan karakteristik universal pada masa kanak-kanak awal. Oleh karena itu, penyederhanaan bunyi dapat dipahami sebagai bagian integral dari perkembangan bahasa alami, bukan sebagai kesalahan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bawamenewi, A. (2020). Pemerolehan bahasa anak usia tiga tahun pada tataran fonologi: Analisis psikolinguistik. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 3(1), 145–153. DOI: https://doi.org/10.31004/jrpp.v3i1.1303

Ingram, D. (1989). Phonological Acquisition. London: Macmillan.

Jakobson, R. (1968). Child Language, Aphasia, and Phonological Universals. The Hague: Mouton. DOI: https://doi.org/10.1515/9783111353562

Pratiwi, A. S., Wijana, I. D. P., & Sutrisno, A. (2023). Proses-proses fonologis pada anak usia dini di PAUD Kota Tasikmalaya. Naturalistic: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 8(1), 182–193. DOI: https://doi.org/10.35568/naturalistic.v8i1.5182

Supriyadi, A., & Djumadil, S. M. S. (2022). Pemerolehan fonologis, sintaksis dan semantik anak usia 3–5 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6), 6149–6163. DOI: https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.3255

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.

Yulianto, B. (2007). Deviasi fonologis tuturan bahasa Indonesia anak. Diksi, 14(2), 122–131 DOI: https://doi.org/10.21831/diksi.v14i2.6594

Published

2025-12-04

How to Cite

Penyederhanaa Bunyi dalam Tuturan Anak Usia 3 Tahun: Analisis Fonologis pada Ucapan Junhoo dalam Kanal Youtube Aa Daehoon. (2025). Jurnal Cahaya Edukasi, 2(4), 425-430. https://doi.org/10.63863/jce.v2i4.229