Penyederhanaa Bunyi dalam Tuturan Anak Usia 3 Tahun: Analisis Fonologis pada Ucapan Junhoo dalam Kanal Youtube Aa Daehoon
DOI:
https://doi.org/10.63863/jce.v2i4.229Keywords:
psikolinguistik, fonologi, penyederhanaan bunyi, pemerolehan fonologi, anak usia dini, proses fonologis, studi kasusAbstract
Perkembangan fonologi pada masa kanak-kanak awal merupakan fase penting dalam perkembangan bahasa, di mana anak-anak mulai membentuk sistem bunyi mereka sendiri sesuai dengan kemampuan artikulasi yang sedang berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan berbagai bentuk penyederhanaan bunyi yang muncul dalam ucapan seorang anak berusia tiga tahun bernama Junhoo, melalui analisis data dari video di saluran YouTube AA DAEHOON. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, dengan penekanan pada ucapan spontan, yang dianggap lebih mampu mencerminkan representasi fonologis anak secara autentik. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan mendalam, pemutaran ulang video berulang, dan pencatatan sistematis ucapan yang menunjukkan penyimpangan fonologis. Hasil penelitian mengungkapkan berbagai proses fonologis, seperti penggantian fonem, penghapusan fonem, epentesis, metatesis, asimilasi, pengurangan kluster konsonan, dan penghapusan silabel. Polanya penyederhanaan ini tampak konsisten dan menggambarkan bagaimana anak-anak beradaptasi dengan kompleksitas struktur bunyi bahasa dewasa. Temuan ini sejalan dengan teori-teori akuisisi fonologis yang diusulkan oleh Ingram (1989) dan Jakobson (1968), yang menyatakan bahwa perkembangan fonologis bersifat bertahap dan menunjukkan karakteristik universal pada masa kanak-kanak awal. Oleh karena itu, penyederhanaan bunyi dapat dipahami sebagai bagian integral dari perkembangan bahasa alami, bukan sebagai kesalahan.
Downloads
References
Bawamenewi, A. (2020). Pemerolehan bahasa anak usia tiga tahun pada tataran fonologi: Analisis psikolinguistik. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 3(1), 145–153. DOI: https://doi.org/10.31004/jrpp.v3i1.1303
Ingram, D. (1989). Phonological Acquisition. London: Macmillan.
Jakobson, R. (1968). Child Language, Aphasia, and Phonological Universals. The Hague: Mouton. DOI: https://doi.org/10.1515/9783111353562
Pratiwi, A. S., Wijana, I. D. P., & Sutrisno, A. (2023). Proses-proses fonologis pada anak usia dini di PAUD Kota Tasikmalaya. Naturalistic: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 8(1), 182–193. DOI: https://doi.org/10.35568/naturalistic.v8i1.5182
Supriyadi, A., & Djumadil, S. M. S. (2022). Pemerolehan fonologis, sintaksis dan semantik anak usia 3–5 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6), 6149–6163. DOI: https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.3255
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.
Yulianto, B. (2007). Deviasi fonologis tuturan bahasa Indonesia anak. Diksi, 14(2), 122–131 DOI: https://doi.org/10.21831/diksi.v14i2.6594


