Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Bidang Fonologi pada Pidato Dedi Mulyadi
DOI:
https://doi.org/10.63863/jce.v2i4.207Abstract
Kesalahan berbahasa dalam bidang fonologi sering muncul dalam komunikasi lisan, salah satunya dalam pidato tokoh publik, sehingga dapat memengaruhi kejelasan pesan dan pemahaman makna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk kesalahan fonologi pada pidato Dedi Mulyadi yang diunggah di platform YouTube. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dengan teknik simak catat. Data diperoleh dari dua video pidato yang kemudian ditranskripsikan dan dianalisis menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 38 kesalahan fonologi yang diklasifikasikan ke dalam tiga jenis, yaitu pelesapan fonem, perubahan fonem, dan penambahan fonem. Pada video pertama ditemukan 22 kesalahan, sedangkan pada video kedua ditemukan 16 kesalahan yang berbeda dengan video pertama. Pelesapan fonem merupakan jenis kesalahan yang paling dominan terutama pada fonem vokal, konsonan, dan diftong. Kesalahan tersebut muncul karena faktor kebiasaan bertutur, pengaruh dialek, kecepatan berbicara, serta kurangnya perhatian terhadap kaidah fonologis bahasa Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa analisis kesalahan fonologi penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas berbahasa, terutama bagi tokoh publik, serta memberikan kontribusi dalam kajian linguistik.
Downloads
References
[1] Anjani, G. F. V., Romadona, T. G., & Muryati, S. (2025). Analisis Kesalahan Berbahasa Bidang Fonologi pada Youtube Sindonews: Wawancara Eksklusif Prabowo Subianto dari Hobi Hingga Sisi Humanis. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(1), 1518–1528.
[2] Aris, M., Parancika, R. B., & Hernawati, F. (2024). Analisis Kesalahan Berbahasa Dalam Bidang Fonologi Pada Video Pidato Presiden Joko Widodo. Journal of Scientech Research and Development, 6(2), 190–202. https://doi.org/10.56670/jsrd.v6i2.604 DOI: https://doi.org/10.56670/jsrd.v6i2.604
[3] Chaer, A. (2013). FONOLOGI BAHASA INDONESI. PT RINEKA CIPTA.
[4] Kharisma, O. (2025). Analisis Kesalahan Berbahasa Bidang Fonologi Pidato Terakhir Presiden Joko Widodo pada HUT ke-79 TNI Tahun 2024 di Monas. Dinamika Pembelajaran: Jurnal Pendidikan dan bahasa, 2(1), 38–46. DOI: https://doi.org/10.55681/memace.v1i2.1010
[5] Mahmudatul Azizah, I., Hadjar Usadi, S., & Risqa Muliya, A. (2022). Kesalahan Berbahasa Bidang Fonologi pada Pidato Presiden RI Joko Widodo Sidang Umum PBB Ke-75. Tabasa: Jurnal Bahasa Sastra Indonesia dan Pengajarannya, Vol. 3, No. 1(1), 18–28. https://ejournal.uinsaid.ac.id/index.php/tabasa DOI: https://doi.org/10.22515/tabasa.v3i01.5360
[6] Rahayu, I. E., & Hermaliza. (2024). Kesalahan Fonologi dalam Pidato Prabowo Subianto di Kanal YouTube Kompas TV. SAJAK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Sastra, Bahasa, dan Pendidikan, 3(1), 1–10. https://journal.uir.ac.id/index.php/sajak DOI: https://doi.org/10.25299/s.v3i1.15738
[7] Safitri, I., Harnoto Putri, A. P., & Nur Sahadati, D. M. (2020). Analisis Kesalahan Berbahasa Dalam Tataran Fonologi Pada Kanal Youtube “Net Drama.” Cakrawala Indonesia, 5(2), 25–34. https://doi.org/10.55678/jci.v5i2.447 DOI: https://doi.org/10.51817/jci.v5i2.447
[8] Waruwu, M. (2024). Pendekatan Penelitian Kualitatif: Konsep, Prosedur, Kelebihan dan Peran di Bidang PendidikanWaruwu, M. (2024). Pendekatan Penelitian Kualitatif: Konsep, Prosedur, Kelebihan dan Peran di Bidang Pendidikan. Afeksi: Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan,. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 5(2), 198–211. DOI: https://doi.org/10.59698/afeksi.v5i2.236


