Ketidaksesuaian Psikologis Tokoh Anak dalam Novel Sesuk Karya Tere Liye Kajian Psikologi Sastra
DOI:
https://doi.org/10.63863/jce.v2i4.200Keywords:
Perkembangan Kognitif, Tokoh Anak, PiagetAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk ketidaksesuaian psikologis tokoh anak dalam novel Sesuk karya Tere Liye berdasarkan teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Pendekatan yang digunakan adalah psikologi sastra dengan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kutipan narasi, dialog, serta deskripsi perilaku dua tokoh anak, yaitu Gadis dan Bagus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua tokoh digambarkan memiliki kemampuan berpikir, berbahasa, dan mengambil keputusan moral yang melampaui tahap perkembangan kognitif anak seusianya. Gadis yang berusia 12 tahun mampu berpikir abstrak dan reflektif seperti remaja operasional formal, sedangkan Bagus yang berusia 6 tahun menunjukkan kemampuan logis, mekanis, dan linguistik yang tidak sesuai dengan tahap praoperasional. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggambaran tokoh anak dalam novel lebih bersifat simbolis dan artistik dibandingkan realistik secara psikologis.
Downloads
References
1. Barokah, A., Hayuningtyas, A. L., Fazriah, I. L., & Nazah, S. (2024). Menganalisis proses belajar dan pembelajaran dalam teori kognitif pada peserta didik di Sekolah Dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(3), 2490–2497. DOI: https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i3.6793
2. Herlinawati Melpi. (2024). Pengembangan Aspek Kognitif Anak Menurut Jean Piaget. Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.
3. Santrock, J. W. (2008). Psikologi Pendidikan. (Terjemahan E. Tri Wibowo.). Prenada Media Group.
4. Telaumbanua, W. A., Suripatty, M. A., & Sari, F. (2023). Hierarki kebutuhan Maslow dalam novel Sesuk karya Tere Liye. Jurnal Sastra dan Pendidikan, 14(2), 99–110.
5. Tere Liye. (2022). Sesuk. PT Sabak Grip Nusantara.


