Penggunaan Sumpah Serapah pada Laki-Laki dan Perempuan

Authors

  • Muhammad Sugianor Universitas Lambung Mangkurat Author

DOI:

https://doi.org/10.63863/jce.v2i4.191

Keywords:

Sosiolinguistik, Sumpah serapah, Media sosial, Gender

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan perbedaan dalam pemakaian sumpah serapah dalam interaksi digital di platform Instagram dan TikTok. Sumpah serapah dipahami sebagai pernyataan yang diucapkan dengan makna negatif, yang dipakai untuk mengekspresikan perasaan, menegaskan sudut pandang, mengejek, atau sebagai tanggapan terhadap keadaan tertentu. Hasil studi menunjukkan bahwa pria sering menggunakan bahasa kasar secara mendadak, secara langsung, dan dengan nada suara yang keras untuk menciptakan suasana humor, memperlihatkan dominasi, atau memberikan tanggapan yang cepat. Sebaliknya, perempuan cenderung menggunakan bahasa yang emosional, penuh penilaian, dan simbolis, sering kali disertai dengan emoji atau pemilihan kata yang lebih halus untuk mempertegas makna. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan perhatian khusus pada komentar yang mengandung kata-kata kasar di kedua platform tersebut. Analisis dilaksanakan guna menemukan pola yang berkaitan dengan gender tanpa melakukan perubahan data. Hasil penelitian mengindikasikan perbedaan karakteristik sumpah serapah antara laki-laki dan perempuan, sekaligus menggambarkan kemajuan komunikasi digital yang semakin terbuka dan ekspresif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Wokewaves, “Gen Z swears & slang: A linguistic evolution,” Wokewaves, 2024. [Online]. Tersedia: https://www.wokewaves.com/posts/gen-z-swears-slang.

Liputan6.com, “Sumpah serapah adalah fenomena linguistik yang kontroversial,” Liputan6, 2024. [Online]. Tersedia: https://www.liputan6.com/amp/5784175/sumpah-serapah-adalah-fenomena-linguistik-yang-kontroversial.

Universitas Airlangga, “Sumber: Repository UNAIR,” UNAIR Institutional Repository, 2024. [Online]. Tersedia: https://share.google/tGEXuV5ELyLoHkV2w.

Sumber Google Drive, “Sumpah serapah adalah: Fenomena linguistik yang kontroversial,” 2024. tidak diterbitkan. [Online]. Tersedia: https://share.google/ninltbaUj4PvW1FxJ.

Unknown authors, “Hate speech and abusive language detection in Indonesian social media: Progress and challenges,” PMC, 2023. [Online]. Tersedia:

https://share.google/B2Z146Qdo2kckkWla.

Hariyanto, Penggunaan gaya bahasa sarkasme pada film The Raid: Berandal, Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram, 2017.

Universitas PGRI Sumatera Barat, “Sumber: Universitas PGRI Sumatera Barat,” 2024. [Online]. Tersedia: https://share.google/8RzyAoc1UkGs48z7p.

Wikipedia, “Bahasa,” Wikipedia Bahasa Indonesia, 2025. [Online]. Tersedia: https://share.google/8Zesc01hXsM70cKTg.

Published

2025-11-28

How to Cite

Penggunaan Sumpah Serapah pada Laki-Laki dan Perempuan. (2025). Jurnal Cahaya Edukasi, 2(4), 260-265. https://doi.org/10.63863/jce.v2i4.191