Campur Kode dan Alih Kode pada Proses Pembelajaran Mata Kuliah Morfologi di Kelas A-2 Angkatan 2024 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Lambung Mangkurat
DOI:
https://doi.org/10.63863/jce.v2i4.176Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena alih kode dan campur kode yang terjadi dalam interaksi pembelajaran luring pada mata kuliah Morfologi di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Lambung Mangkurat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif serta studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan tersamar, rekam sadap, dan pencatatan. penelitian menegaskan bahwa alih kode dan campur kode merupakan bagian dari dinamika komunikasi yang wajar dalam pembelajaran. Kehadirannya memperkaya interaksi akademik, memperkuat identitas budaya lokal, serta menunjukkan adaptasi bahasa yang dinamis di tengah arus globalisasi.
Downloads
References
[1] Appel, R. (1976). Sociolinguistics: An introduction to language and society. London: Edward Arnold.
[2] Aslinda. (2014). Pengantar sosiolinguistik. Bandung: Refika Aditama.
[3] Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
[4] Fishman, J. A. (1972). The sociology of language: An interdisciplinary social science approach to language in society. Rowley, MA: Newbury House.
[5] Hasdi. (2025). Fenomena alih kode dan campur kode dalam pembelajaran daring. Banjarmasin: Universitas Lambung Mangkurat.
[6] Latifah, L. (2020). Alih kode dan campur kode dalam presentasi mahasiswa dengan menggunakan media Zoom Clouds IKIP Siliwangi. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(2), 45–56.
[7] Latifah, L. (2021). Alih kode dan campur kode dalam pembelajaran daring. Jurnal Linguistik dan Pendidikan, 6(1), 12–23.
[8] Masitoh. (2013). Fenomena campur kode dalam komunikasi mahasiswa. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
[9] Maszein, H., Suwandi, S., & Sumarwati, S. (2019). Alih kode dan campur kode dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 7 Surakarta. BASASTRA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 7(2), 62-71. DOI: https://doi.org/10.20961/basastra.v7i1.35497
[10] Mualimah, E. N. (2018). Campur kode dan alih kode pada proses belajar mengajar. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 3(1), 67–78. DOI: https://doi.org/10.22236/jollar.v1i2.3478
[11] Muysken, P. (2000). Bilingual speech: A typology of code-mixing. Cambridge: Cambridge University Press.
[12] Nababan, P. W. J. (1991). Sosiolinguistik: Suatu pengantar. Jakarta: Gramedia.
[13] Singh, R., & Afifah, N. (2012). Code switching and code mixing in multilingual societies. Jakarta: Pusat Kajian Bahasa.
[14] Sugiyono. (2013). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
[15] Sudari, A., dkk. (2025). Kajian sosiolinguistik dalam konteks multilingual. Banjarmasin: Universitas Lambung Mangkurat.
[16] Vygotsky, L. S. (1996). Thought and language. Cambridge, MA: MIT Press.
[17] Wijana, I. D. P. (2012). Sosiolinguistik: Kajian teori dan analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.


