Analisis Gangguan Berbahasa ASD pada Tokoh Hendra dalam Film "My Idiot Brother"
DOI:
https://doi.org/10.63863/jce.v2i4.175Keywords:
Psikolinguistik, Gangguan Berbahasa, ASD, My Idiot BrotherAbstract
Penelitian ini mengupas tuntas mengenai bentuk-
bentuk gangguan berbahasa dan kesulitan dalam komunikasi
nonverbal yang ditunjukkan oleh tokoh Hendra dalam film My Idiot
Brother. Hendra, yang menjadi subjek utama penelitian ini,
digunakan sebagai contoh kasus tunggal yang merepresentasikan
individu dewasa dengan gangguan Spektrum Autism Disorder
(ASD). Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengenali,
mengelompokkan, serta menafsirkan secara rinci gejala-gejala
komunikasi yang dialami Hendra dengan pendekatan
psikolinguistik. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif
deskriptif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Data utama
diperoleh dari pengamatan terhadap adegan interaksi yang
dilakukan secara visual dan audio, kemudian dikategorikan ke
dalam lima aspek psikolinguistik, yaitu kesulitan memahami makna
(pragmatik), komunikasi verbal, komunikasi nonverbal, gangguan
ujaran, dan masalah dalam artikulasi. Dari hasil analisis, ditemukan
total 27 temuan yang mencerminkan cara komunikasi Hendra.
Mayoritas temuan terkait dengan kekurangan pada komunikasi
nonverbal (24 temuan), seperti ekspresi wajah yang datar, gerakan
tubuh yang kaku dan berulang, serta kebiasaan menghindari kontak
mata saat berinteraksi. Selain itu, ditemukan 2 temuan mengenai
kesulitan memahami makna (pragmatik), yaitu ketidakmampuan
Hendra dalam memahami nuansa emosional dan norma sosial.
Terdapat pula 1 temuan yang menunjukkan kemungkinan masalah
dalam artikulasi (dugaan kelalaian fonem). Hasil ini secara
keseluruhan menunjukkan bahwa tokoh Hendra memperlihatkan
pola komunikasi yang akurat dan kompleks sebagaimana kesulitan
klinis ASD pada individu dewasa. Penelitian ini memberikan
wawasan mendalam mengenai proses pengolahan bahasa sosial dan
nonverbal, sehingga berkontribusi signifikan terhadap bidang
psikolinguistik, khususnya dalam analisis gangguan komunikasi
yang rumit melalui media film.
Downloads
References
[1] Aprilia, D., & Apriliyani, N. Y. A. (2023). Kajian Psikolinguistik
dalam Pembelajaran Bahasa. PENTAS: Jurnal Ilmiah Pendidikan
Bahasa Dan Sastra Indonesia, 9(2), 15–22. DOI: https://doi.org/10.26499/bahasa.v2i1.41
[2] Chasanah, A. M. (2023). Representasi Autism Spectrum Disorder
dalam Serial Drama Extraordinary Attorney Woo (Analisis Semiotika
John Fiske). UIN Raden Mas Said.
[3] Julianita, G., Kusyirah, M., Yuyun, Y., & Fatmawati, F. (2023). Kajian
Psikolinguistik: Gangguan Berbahasa pada Anak Autisme. Sajak:
Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Sastra, Bahasa, Dan Pendidikan,
2(2), 206–211.
[4] Moleong, L. J. (2014). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi).
PT Remaja Rosdakarya.
[5] Rahmawati, P., Aurellia, A. C., & Haya, A. F. (2024). Analisis
Gangguan Berbahasa ASD pada Tokoh Dodo Rozak dalam Film
Miracle in Cell No. 7: Kajian Psikolinguistik. Jurnal, 7(1), 268.
[6] [7] Stake, R. E. (1995). The art of case study research. Sage Publications.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D.
Alfabeta.
[8] Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and
methods (6th ed.). Sage Publications


