CAMPUR KODE DALAM VLOG YOUTUBE JEROME POLIN BERSAMA HARUKA

Authors

  • Sari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Lambung Mangkurat Author

DOI:

https://doi.org/10.63863/jce.v2i4.159

Keywords:

campur kode, vlog, youtube.

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk campur kode serta faktor yang mempengaruhinya dalam tuturan Jerome Polin dan Haruka Nakagawa pada vlog “MUKBANG PIZZA SULTAN VIRAL!! TOPPING SEGUNUNG, JUALAN DI PERUMAHAN!?” di kanal YouTube Nihongo Mantappu. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui teknik dokumentasi berupa penyimakan video, transkripsi tuturan, dan pengelompokan data berdasarkan jenis campur kode. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan mempertimbangkan konteks sosial dan situasi tutur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh temuan berupa campur kode ke luar (outer code mixing) yang muncul pada tuturan penutur. Faktor pemicunya meliputi suasana komunikasi yang santai serta latar belakang multilingual kedua penutur yang terbiasa menggunakan bahasa Indonesia, Inggris dan Jepang secara bergantian dalam interaksi informal atau santai.

Kata kunci: campur kode, vlog, youtube.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Agustina, P., Jumadi, J., & Luthfiyanti, L. (2022). Campur Kode dalam Podcast Kanal Youtube Deddy Corbuzier: Mix Code In Podcast Deddy Corbuzier Youtube Channel. LOCANA, 5(2), 97-115. DOI: https://doi.org/10.20527/jl.v5i2.100

[2] Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2004. Sosiolinguistik. Jakarta: Rineka Cipta.

[3] Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), 33-54. DOI: https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075

[4] Fidela, R., Asfar, D. A., & Syahrani, A. (2024). Tuturan Campur Kode Cinta Laura dan Maudy Ayunda dalam Podcast Bicara Cinta: Kajian Sosiolinguistik. IdeBahasa, 6(1), 10-32.

[5] Iftitah, N., Hambali, H., & Karumpa, A. (2022). Campur Kode Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris di Media Sosial Instagram. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 2(2), 103-113. DOI: https://doi.org/10.53769/deiktis.v2i2.250

[6] Jerome Polin. (20 Juli 2025). MUKBANG PIZZA SULTAN VIRAL!! TOPPING SEGUNUNG, JUALAN DI PERUMAHAN!? | JEROME HARUKA VLOG [Video]. Youtube. https://youtu.be/baTRfdEEvzU?si=Ky68aw10209MYkj2

[7] Kasanah, M. N., Widyaningrum, H. K., & Handayani, A. (2024). Analisis penggunaan campur kode dalam video YouTube podcast Raditya Dika. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 10(04), 331-340.

[8] Nababan, P. W. J. (1993). Sosiolingustik Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

[9] Nirmala, Arini Febiantika. Febriyanti, Chamalah Evi. (2020). Campur Kode dalam Tuturan Video Blog YouTube Agung Hapsah“FINTECH”.Universitas Islam Sultan Agung, Indonesia. KREDO Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra. 4(1). 97-111. DOI: https://doi.org/10.24176/kredo.v4i1.4840

[10] Nugraha, F. (2014). Metode Penelitian Kualitatif, Surakarta: PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

[11] Rahmani, A. (2025). Analisis Penggunaan Campur Kode dalam Podcast Denny Sumargo dan Maudy Ayunda. SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 13(2), 65-78.

[12] Saleh, S. (2017). Analisis data kualitatif.

[13] Suratiningsih, M., & Cania, P. Y. (2022). Kajian Sosiolinguistik: Alih Kode Dan Campur Kode Dalam Video Podcast Dedy Corbuzier Dan Cinta Laura. Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(1), 244-251. DOI: https://doi.org/10.31943/bi.v7i1.209

[14] Suwito. 1985. Pengantar Awal Sosiolinguistik: Teori dan Problema. Surakarta: Henary Cipta

[15] Utomo, A. F., Dinayati, S. F., Yovilandis, L., Purnomo, E., Prayitno, H. J., Duerawee, A., & Sya'adah, H. (2024). Alih Kode dan Campur Kode dalam Podcast Dedy Corbuzier bersama Jerome Polin pada Media Sosial Youtube. Jurnal Keilmuan dan Keislaman, 270-288. DOI: https://doi.org/10.23917/jkk.v3i3.401

Published

2025-11-21

How to Cite

CAMPUR KODE DALAM VLOG YOUTUBE JEROME POLIN BERSAMA HARUKA. (2025). Jurnal Cahaya Edukasi, 2(4), 136-141. https://doi.org/10.63863/jce.v2i4.159