Perbedaan Bahasa Laki-Laki dan Perempuan dalam Mengomentari Konten Perselingkuhan pada TikTok Akun @kuatbaca.official
DOI:
https://doi.org/10.63863/jce.v2i4.158Keywords:
Perbedaan Bahasa, Gender, TikTokAbstract
Penelitian ini membahas perbedaan bahasa laki-laki dan perempuan dalam kolom komentar video bertema perselingkuhan di akun TikTok @kuatbaca.official. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi perbedaan gaya berbahasa berdasarkan tiga aspek yaitu diksi, gaya bahasa, dan kesantunan berbahasa. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek diksi, perempuan cenderung menggunakan kata yang emosional dan empatik, sedangkan laki-laki lebih lugas dan sarkastik. Pada aspek gaya bahasa, perempuan sering memakai gaya konotatif seperti metafora dan hiperbola, sedangkan laki-laki dominan dengan gaya denotatif yang menonjolkan rasionalitas. Dalam aspek kesantunan, perempuan umumnya sopan dan empatik, sementara laki-laki cenderung tegas namun menggurui. Secara keseluruhan, jenis kelamin memengaruhi gaya berbahasa di media sosial.
Downloads
References
[1] Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
[2] Coates, J. (2013). Women, Men and Language: A Sociolinguistic Account (3rd ed.). London: Routledge. https://archive.org/details/womenmenlanguag0000coat DOI: https://doi.org/10.4324/9781315835778
[3] DataReportal. (2024). Digital 2024: Indonesia. We Are Social.
https://datareportal.com/reports/digital-2024-indonesia
[4] Herlinda. (2022). Perbedaan Sikap Bahasa Mahasiswa Perempuan dan Laki-Laki terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia di Kampus. Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, 6(1), 95–108. DOI: https://doi.org/10.35931/am.v6i3.1212
https://jurnal.stiq-amuntai.ac.id/index.php/al-madrasah/article/download/1212/498
[5] Juhara, E., Budiman, E., & Rohayati, R. (2005). Cendikia Berbahasa: Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA Kelas XI jilid 2. Jakarta: Setia Purna Inves.
https://www.google.co.id/books/edition/Cendekia_Berbahasa/hj9J1XDLG5MC?hl=id&gbpv=0
[6] Kasih, R. S., & Lapiana, L. (2024). Perbedaan Fitur Berbahasa Perempuan dan Laki-Laki dalam Berkomentar di Instagram @tccandler. Sasindo: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 12(2), 88–99.
http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/Sasindo/article/view/26915/12824
[7] Lakoff, R. (1975). Language and Woman’s place. New York: Harper & Row.
https://web.stanford.edu/class/linguist156/Lakoff_1973.pdf
[8] Liliweri, A., (2010). Komunikasi Serba Ada Serba Makna. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
https://www.google.co.id/books/edition/Komunikasi_Serba_Ada_Serba_Makna/MBZNDwAAQBAJ?hl=id&gbpv=0
[9] Maulina, N., Hidayat, R., Irwansyah, W., Wiranti, & Salamah, N. F. (2025). Dinamika Pengaruh Media Sosial terhadap Keharmonisan Rumah Tangga dalam Perspektif Hukum Keluarga. SIBATIK Journal, 4(7), 1393–1397.
https://publish.ojs-indonesia.com/index.php/SIBATIK/article/download/3016/1282/5093
[10] Priyambada, L. S., & Rahayu, A. D. (2025). Pengaruh Aplikasi TikTok terhadap Kesetiaan dalam Perkawinan: Antara Hiburan dan Pengkhianatan. Sabar: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik, 2(1), 60–74.
https://ejournal.aripafi.or.id/index.php/Sabar/article/download/440/483/2326
[11] Rahmawati, T., Maharani, H. N., Ramadhani, R. A., Aura, T., Shufaira, S., Yuniawan, T., & Neina, Q. A. (2023). Kesantunan Berbahasa Warganet dalam Menanggapi Video TikTok @drrichardlee. Jurnal Basataka (JBT), 6(2), 357-368.
https://doi.org/10.36277/basataka.v6i2.294
[12] Sarli, Nurhadi, & Sari, E. S. (2024). Analisis Penggunaan Gaya Bahasa Sarkasme Netizen di Media Sosial TikTok. Knowledge: Jurnal Kajian Pendidikan dan Keislaman, 3(4), 155–166. DOI: https://doi.org/10.51878/knowledge.v3i1.2191
https://www.jurnalp4i.com/index.php/knowledge/article/download/2191/2025/14887
[13] Sakinah, & Shavia, A. N. (2024). Pengumbaran Konflik Rumah Tangga di Media Sosial Perspektif Hukum Islam. Komparatif: Jurnal Perbandingan Hukum dan Pemikiran Islam, 4(2), 109–126. DOI: https://doi.org/10.15642/komparatif.v4i2.2460
https://jurnalfsh.uinsa.ac.id/index.php/komparatif/article/download/2460/1301/13167
[14] Suheri, M., & Irwan, I. (2023). Memviralkan Kasus Perselingkuhan dalam Rumah Tangga di Media Sosial TikTok dalam Perspektif Hukum Islam. JRTI: Jurnal Riset Tindakan Indonesia, 8(3), 292–301.
https://jurnal.iicet.org/index.php/jrti/article/download/3358/1788/10188
[15] Zulkarnain, & Fitriani, N. (2023). Perbedaan Gaya Bahasa Laki-Laki dan Perempuan pada Penutur Bahasa Indonesia dan Aceh. Equality: Journal of Gender Studies, 9(1), 1–12.
https://scispace.com/pdf/perbedaan-gaya-bahasa-laki-laki-dan-perempuan-pada-penutur-1uhirgm3r6.pdf


