Review Article: Pemanfaatan Tanaman Herbal Sebagai Terapi Pendukung Kanker Payudara

Authors

  • Nawwar Irfan Universitas Muhammadiyah Riau Author
  • Rahma Septriyani Universitas Muhammadiyah Riau Author
  • Dhea Faradiva Anuar Universitas Muhammadiyah Riau Author
  • Silvia Novelda Universitas Muhammadiyah Riau Author

DOI:

https://doi.org/10.63863/jce.v3i1.318

Keywords:

kanker payudara, pengobatan bahan alam, herbal

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit dengan prevalensi tinggi pada wanita dan menjadi penyebab utama kematian akibat kanker. Penatalaksanaan kanker payudara umumnya menggunakan terapi konvensional seperti pembedahan, kemoterapi, dan radioterapi. Namun, terapi tersebut sering menimbulkan efek samping yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Oleh karena itu, diperlukan alternatif terapi yang lebih aman, salah satunya melalui pemanfaatan tanaman herbal.

Artikel ini bertujuan untuk meninjau potensi tanaman herbal sebagai agen antikanker payudara berdasarkan hasil penelitian ilmiah. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (literature review) dengan penelusuran artikel melalui Google Scholar menggunakan kata kunci “kanker payudara”, “tanaman obat”, dan “antikanker”. Artikel yang dianalisis merupakan artikel original dengan akses teks lengkap yang dipublikasikan pada rentang tahun 2021 hingga 2026. Sebanyak 20 artikel yang meliputi penelitian in vitro dan in silico dianalisis dalam tinjauan ini.

Hasil tinjauan menunjukkan bahwa berbagai tanaman herbal, seperti daun sirsak, seledri, kencana ungu, glodokan tiang, daun sembung, bidara Arab, serta sumber hayati laut Indonesia, memiliki potensi sebagai agen antikanker payudara. Aktivitas antikanker tersebut umumnya bekerja melalui mekanisme penghambatan proliferasi sel kanker dan induksi apoptosis yang dipengaruhi oleh kandungan metabolit sekunder, antara lain flavonoid, alkaloid, terpenoid, saponin, dan polifenol. Berdasarkan hasil tinjauan, tanaman herbal berpotensi dikembangkan sebagai terapi pendukung kanker payudara, namun masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adelya, L., Dewi, P. C., Auw, Z. C., Winengku, R. T. P., Mase, S., Setyaningsih, D., & Riswanto, F. D. O. (2022). Potensi herba bandotan (*Ageratum conyzoides* L.) sebagai agen antikanker payudara. *Cendekia Journal of Pharmacy, 6*(1), 1–12.

Alfidyah, M. (2025). Efek ekstrak daun sirsak (*Annona muricata*) terhadap pertumbuhan sel kanker payudara secara *in vitro*. *Jurnal Biologi dan Sains Terapan, 1*(1), 1–7.

Aliviyanti, R. U. Y., Sudibyo, R. S., & Murwanti, R. (2021). Efek sitotoksik beberapa akar bajakah Kalimantan terhadap sel kanker payudara T47D. *Jurnal Penelitian Saintek, 26*(2), 131–140.

Aurianto, A. O. P., Nurmaulawati, R., & Natawaskita, K. (2025). Uji sitotoksik ekstrak etanol daun bidara Arab (*Ziziphus spina-christi* L.) terhadap sel kanker payudara (T47D) menggunakan metode MTT assay. *Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan, 5*(3), 37–50.

GLOBOCAN. (2020). *The Global Cancer Observatory*. International Agency for Research on Cancer.

Hakim, F. K., Iqbal, M., Ulandari, A. S., Junando, M., & Triyandi, R. (2024). Potensi bahari Indonesia sebagai antikanker payudara. *Sains Medisina, 3*(2), 88–96.

Hao, J. J., Gong, T., & Zhang, M. (2013). Characterization of gene rearrangement resulted from genomic structural aberrations in human esophageal squamous cell carcinoma KYSE150 cells. *Gene, 513*(1), 196–201.

Ichsani, L. N., Elvian, Zahra, C. A., Ramdani, A. R. S., Aprilio, K., Rusdin, A., Mardisanutomo, H. T., & Muchtaridi, M. (2025). *In silico* study of anti-breast cancer activity of basil leaves (*Ocimum basilicum* folium) against estrogen receptor alpha (ESRα). *Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology, 12*(3), 319–328.

Johannes, E., Latunra, A. I., Tuwo, M., & Sukmawaty, S. (2021). Efektivitas ekstrak daun eceng gondok (*Eichhornia crassipes*) sebagai bahan antikanker pada sel tumor MCF-7 dengan metode *in vitro* dan *in silico*. *Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan, 12*(1), 39–44.

Jumaryatno, P., Wardhani, K. T., & Fitria, A. (2023). Evaluasi aktivitas sitotoksik ekstrak paku tanduk rusa (*Platycerium coronarium*) terhadap sel kanker payudara MCF-7. *Majalah Farmaseutik, 19*(4), 557–564.

Maharani, S. S., Safitri, R. A., Aufhanggi, K. W., Azis, A. H., & Nurhalisa, S. (2025). Studi *in silico* senyawa aktif rimpang jahe (*Zingiber officinale* rhizoma) sebagai antikanker payudara terhadap progesterone receptor. *Jurnal Kesehatan Amanah, 9*(1), 228–246.

Milanda, T., Aprilia, A., Amani, Z. A., Hadisaputri, Y. E., & Gatera, V. A. (2021). Efek ekstrak angkak dalam menghambat proliferasi sel kanker prostat dan payudara. *Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 10*(2), 119–126.

Nidianti, E., Wulan, W. S., & Amalia, R. (2021). Evaluation of the toxicity of herbal medicines with the combination of bovine serum albumin nanoparticles and folic acid as cancer treatment candidates. *Jurnal Ilmiah Farmako Bahari, 12*(1), 8–16.

Ocktaviani, R. D., Sinaga, M. G., Sari, D. R., & Dita, D. A. A. (2023). Potensi daun sembung (*Blumea balsamifera* (L.) DC.) sebagai agen antikanker payudara. *Jurnal Pendidikan dan Ilmu Kimia, 7*(1), 6–16.

Pratama, P. R., Isman, F., & Fadlan, A. (2022). Penyelidikan aktivitas antikanker payudara oleh minyak atsiri bunga *Michelia alba* secara *in silico*. *Al-Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan, 9*(1), 1–9.

Purwanto, P., Cahyaningrum, P. K., & Sudibyo, R. S. (2021). Perbandingan aktivitas sitotoksik ekstrak dan minyak atsiri rimpang *Curcuma mangga* Val. terhadap sel MCF-7. *Jurnal Penelitian Saintek, 26*(1), 85–94.

Ramadhan, D. S. F., Indraswari, N. L. A., Hakim, S., Rusli, R., Nurisyah, N., Asikin, A., Fakih, T. M., & Askar, M. (2024). Identifikasi metabolit bioaktif pada asam jawa (*Tamarindus indica* L.) menggunakan komputasi dinamika molekuler untuk penargetan HER-2 kanker payudara. *Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 10*(1), 268–279.

Sasangka, A. N., & Estuningtyas, A. (2023). Efek ekstrak daun seledri (*Apium graveolens* L.) pada kanker payudara. *Pratista Patologi, 8*(2), 115–123.

Shofi, M. (2021). Studi *in silico* senyawa kuarsetin daun kencana ungu (*Ruellia tuberosa* L.) sebagai agen antikanker payudara. *Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya, 2*(1), 1–9.

Shofi, M., & Munawaroh, S. (2023). Uji aktivitas ekstrak etil asetat daun glodokan tiang (*Polyalthia longifolia* L.) terhadap sel kanker payudara T47D secara *in vitro*. *Bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi, 11*(2), 1493–1500.

Syamsu, R. F., Natsar, A. M. N. A., & Putri, F. A. (2025). Uji efektivitas ekstrak biji anggur merah (*Vitis vinifera*) terhadap proliferasi sel kanker payudara secara *in vitro*. *Jurnal Keilmuan dan Keislaman, 4*(3), 376–385.

Wulandari, S. F., Ningrum, D. S., & Febriani, M. (2023). Efektivitas salep ekstrak daun bambu, meniran, dan biji pepaya sebagai penjinak tumor dan kanker payudara. *Jurnal Inovasi Daerah, 2*(1), 96–104.

Published

2026-01-19

How to Cite

Review Article: Pemanfaatan Tanaman Herbal Sebagai Terapi Pendukung Kanker Payudara. (2026). Jurnal Cahaya Edukasi, 3(1), 111-118. https://doi.org/10.63863/jce.v3i1.318