PERAN PEMBELAJARAN PAI DALAM MENCEGAH RADIKALISME DINI PADA SISWA MADRASAH TSANAWIYAH
DOI:
https://doi.org/10.63863/jce.v3i1.289Abstract
- Pendidikan agama Islam (PAI) di madrasah memiliki kiprah strategis dalam menghasilkan pemahaman keagamaan yg moderat dan inklusif Kata kunci—komponen, pemformatan, gaya, sisipan, lembaga pendidikan memegang peran penting dalam melindungi generasi muda asal dampak paham radikal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif-Deskriftif analistis yaitu studi Pustaka, hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Radikalisme ialah pandangan ekstrem yang menolak istiadat-istiadat sosial, politik, atau religius yang berlaku. Pembelajaran PAI yg moderat berperan krusial dalam menanamkan nilai-nilai toleransi, keadilan, dan kemanusiaan. Strategi mencegah radikalisme: satu) Transformasi kerangka berpikir asal Menuju Tekstual-Dogmatis, Dua) Internalisasi Nilai Islam Wasathiyah (Moderasi Beragama), Tiga) Rekonstruksi Pedagogis: Mengasah Berpikir Kritis (Berpikir Kritis) Empat) Literasi Digital dan Konsep Peran Sentral Pendidik sebagai Role model dan Integrator Kebangsaan Faktor penentu terakhir artinya kompetensi serta kepribadian pendidik. pengajar PAI tidak hanya berperan menjadi mualaf (muallim), tetapi jua pendidik karakter ( murabbi ).
Downloads
References
T. Tazkiyah Nafs, “Konsep Pendidikan Sufistik dalam Upaya Membangun Akhlak,” Jurnal Tadris, vol. 6, no. 2, Dec. 2011.
[2] R. Yan and F. Rahman, “ IslamandModernity: Transformation of an Intellectual Tradition.,” Arch Sci Soc Relig, vol. 58, no. 2, pp. 302–302, 1984.
[3] M. Q. Shihab, “MembumikanAl-Qur’an: Fungsi danPeranWahyu dalamKehidupanMasyarakat,” Mizan, pp. 75–78, 1997.
[4] Agus SB, Merintis Jalan Mencegah Terorisme(Sebuah Bunga Rampai). Jakarta: Semarak lautan warna press, 2014.
[5] “Radikalisme Islam dan Upaya Deradikalisasi Paham Radikal,” Rochmad, Abu, vol. 20, no. 1, p. 81, May 2012.
[6] A. Malik Fajar, Madrasah dan Tantangan Modernitas. Bandung: Mizan, 1998.
[7] Y. Yamsu, Pengembangan Peserta Didik. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012.
[8] I. Sucipto, Y. Mulyana, and Y. Guntara, “Response of Islamist ond Holders of Sunda Wiwitan Against Wedding a Different Religion Phenomenological Analysis Phenomenon interfaith Religious dialogue and the construction of harmony between religious communities The response of interfaith married Civi,” vol. 10, no. 1, pp. 22–26, 2020.
[9] M. Waruwu, “Pendekatan penelitian kualitatif: Konsep, prosedur, kelebihan dan peran di bidang pendidikan,” Afeksi: Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, pp. 198–221, 2024.
[10] R. Papers Busnawir, E. Syafaah Hasanah, A. Yani, and Z. Nizam, “Teachers’ Life Stories as a Source of Pedagogical Innovation: A Narrative Inquiry into Professional Growth,” International Journal of Educational Narrative, vol. 3, no. 5, pp. 353–364, 2025, doi: 10.70177/ijen.v3i5.2548.
[11] Z. Abidin, Konstruksi ‘Ulûm Al-Qur’ân: Tradisi Syarah Manzhûmah At-Tafsîr Az-Zamzamî Oleh Pensyarah Indonesia. Jakarta: PTIQ, 2023.
[12] Y. D. Astuti, R. L. Virga, R. K. Mukti, F. Iqbal, B. Setyo, and L. Nusa, Muslim Millenial Ramah Digital-Mari Tabayyun dalam Berinteraksi. Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Yogyakarta: Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2018.


