Pembentukan Makna melalui Komposisi dalam Cerpen Sepotong Hati Yang Baru Karya Tere Liye

Authors

  • Dhea Azkia Shalehah Universitas Lambung Mangkurat Author

DOI:

https://doi.org/10.63863/jce.v2i4.240

Keywords:

Komposisi, Morfologi, Cerpen, Tere Liye

Abstract

Penelitian ini membahas pembentukan makna melalui komposisi dalam cerpen Sepotong Hati yang Baru karya Tere Liye. Komposisi dalam kajian morfologi merupakan proses penggabungan dua kata atau lebih yang melahirkan bentuk baru dengan makna tertentu, baik secara leksikal maupun kontekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui teknik baca dan catat terhadap teks cerpen. Hasil analisis menunjukkan terdapat 25 bentuk komposisi yang terdiri dari struktur Nomina + Nomina (N + N), Nomina + Adjektiva (N + Adj), dan Numeralia + Nomina (Num + N). Bentuk-bentuk komposisi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai satuan leksikal, tetapi juga menghadirkan makna emosional, simbolik, dan psikologis yang memperkuat pesan cerita. Misalnya, sepotong hati melambangkan kehilangan, cincin pernikahan merepresentasikan komitmen yang gagal, dan selimut gelap menjadi metafora kesunyian batin. Penelitian ini menegaskan bahwa komposisi dalam karya sastra berperan penting sebagai strategi kebahasaan untuk membangun suasana, karakter, dan pesan moral.

Downloads

Download data is not yet available.

References

REFERENSI

[1] Arifin, M. Z. (2019). Nilai moral karya sastra sebagai alternatif pendidikan karakter (Novel Amuk Wisanggeni karya Suwito Sarjono). Literasi: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya, 3(1), 30-40.

[2] Dr, P. (2008). Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. CV. Alfabeta, Bandung.

[3] Habibie, W. (2021). Proses morfologi kata main: Afiksasi, reduplikasi, dan komposisi. Jurnal Skripsi Mahasiswa.

[4] Irawati, W., & Nugraheni, A. S. (2025). Analisis Morfologi pada Teks Bacaan “Malin Kundang” Karya Dini Ayu. Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 24(2), 183-192. DOI: https://doi.org/10.21009/bahtera.242.08

[5] Keraf, G. (2010). Diksi dan gaya bahasa. Jakarta, Indonesia: Gramedia.

[6] Nurgiyantoro, B. (2013). Teori pengkajian fiksi. Yogyakarta, Indonesia: Gadjah Mada University Press.

[7] Putri, I. P. O. (2019). Proses Pembentukan Kata Dalam Kumpulan Cerpen Cinta. 23, 135–140. DOI: https://doi.org/10.24843/JH.2019.v23.i02.p09

[8] Sari, L. E., Safitri, D. A., & Pangestu, R. (2025). Analisis Komposisi dalam Cerpen “Pengantar Tidur Panjang” Karya Eka Kurniawan Kajian Morfologi. Jurnal Bersama Ilmu Pendidikan (DIDIK), 1(1), 8-12. DOI: https://doi.org/10.55123/didik.v1i1.5

[9] Sari, N. W. N. N. (2025, May). Analisis Proses Morfologis pada Cerpen Ulian Kangen Karya I Nyoman Agus Sudipta. In Prosiding Seminar Nasional Bahasa Ibu (Vol. 2, No. 1, pp. 999-1021).

[10] Wekke, I. S. (2019). Metode penelitian sosial.

Published

2025-12-12

How to Cite

Pembentukan Makna melalui Komposisi dalam Cerpen Sepotong Hati Yang Baru Karya Tere Liye. (2025). Jurnal Cahaya Edukasi, 2(4), 459-462. https://doi.org/10.63863/jce.v2i4.240