FITOTERAPI TANAMAN OBAT PADA PENYAKIT INFEKSI SALURAN PENCERNAAN DENGAN MANIFESTASI DIARE: TINJAUAN LITERATUR
DOI:
https://doi.org/10.63863/jce.v3i1.317Keywords:
Fitoterapi, Imunomodulator, Sistem Imun, Tanaman HerbalAbstract
Penyakit infeksi saluran pencernaan merupakan
salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi di negara
berkembang, termasuk Indonesia, dengan diare sebagai
manifestasi klinis yang paling sering dijumpai.
Penatalaksanaan infeksi saluran pencernaan umumnya
melibatkan penggunaan antibiotik, namun penggunaan yang
tidak rasional dapat memicu resistensi dan efek samping.
Oleh karena itu, pemanfaatan fitoterapi berbasis tanaman
obat menjadi alternatif yang potensial dan relevan dengan
kearifan lokal masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk
mengkaji secara sistematis potensi tanaman obat dalam
penanganan penyakit infeksi saluran pencernaan berdasarkan
bukti ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah literature
review terhadap artikel yang dipublikasikan pada periode
2020-2025, dengan sumber pencarian melalui Google
Scholar menggunakan kata kunci terkait fitoterapi, tanaman
obat, dan sistem pencernaan. Hasil kajian terhadap dua puluh
artikel menunjukkan bahwa berbagai tanaman obat seperti
jambu biji, kunyit, jahe merah, delima, dan gambir putih
mengandung senyawa bioaktif utama berupa flavonoid,
tanin, alkaloid, dan fenolik yang berperan dalam
menghambat pertumbuhan patogen, menurunkan motilitas
usus, serta mengurangi sekresi cairan. Meskipun sebagian
besar penelitian menunjukkan hasil yang menjanjikan
melalui uji in vitro dan in vivo, keterbatasan masih ditemukan
pada aspek uji klinis manusia dan standarisasi mutu sediaan
herbal. Dengan demikian, fitoterapi tanaman obat memiliki
potensi besar sebagai terapi alternatif atau pendukung dalam
penanganan penyakit infeksi saluran pencernaan, namun
memerlukan pengembangan penelitian lanjutan yang lebih
terstandar dan berbasis klinis.
Downloads
References
Darsini, & Puapita, H. A. (2022). *Jurnal Keperawatan*, 30–42.
Dewi, I. P. (2023). Aktivitas imunomodulator ekstrak etanol daun sambiloto (*Andrographis paniculata* Ness) pada mencit putih. *Health Journal, 6*(2), 128–135.
Dewi, I. P., Verawaty, Yaslina, R., & Taslim, T. (2022). Aktivitas imunomodulator ekstrak etanol daun jambu biji (*Psidium guajava* L.). *Jurnal Katalisator, 7*(1), 1–9.
Di, P. C., Sukodono, K., & Gresik, K. (2022). Pemanfaatan fitoterapi sebagai imunomodulator. *1*(2), 12–18.
Evelyn, M. K. (2025). *Narrative review of herbal immunomodulators* (hlm. 52–59).
Hidayati, E. N., Santoso, J., & Ma’rifah, B. (2023). Edukasi pemanfaatan tanaman herbal untuk peningkatan sistem imun di Kelurahan Mojosongo Surakarta. *Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Abdi Curio), 1*(2), 140–143. e-ISSN 2963-0401.
Fery, & Amaliah, N. (2021). Peran beberapa zat gizi mikro untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh dalam pencegahan COVID-19. *SCEDULE Journal: Sciences, Education and Learning, 1*(1), 15–23.
Handayani Pratiwi, D., Purnamasari, V., & Yuliana, D. (2024). Literatur review: Aktivitas imunomodulator. *1*(4), 243–250.
Masyithah, D., Zakiah, N., Pamudi, B. F., & Handayani, R. (2023). Manfaat famili Zingiberaceae sebagai imunomodulator COVID-19: Literature review. *3*, 1–9.
Muahiddah, N., & Diamahesa, W. A. (2022). Pengaruh imunostimulan dari bahan-bahan alami pada ikan dalam meningkatkan imun nonspesifik untuk melawan penyakit (Review). *Jurnal Perikanan dan Air Tawar, 3*(2).
Nastiti, K., Lisaura, I. W., Husnati, L., Bariroh, L., & Rizantha, M. I. (2025). Review artikel: Potensi daun meniran (*Phyllanthus niruri* L.) sebagai antivirus influenza. *Sains Medisina, 3*(6), 532–538. [https://doi.org/10.63004/snsmed.v3i6.797](https://doi.org/10.63004/snsmed.v3i6.797)
Riastuti, R. D., Isbandiyah, & Sustianingsih, I. M. (2021). Pelatihan pemanfaatan rempah TOGA sebagai upaya meningkatkan sistem kekebalan tubuh di masa pandemi COVID-19. *Jurnal LP3MKIL, 2*(1), 41–46.
Rohmatulkhasanah, F. (2025). Potensi imunomodulator tanaman *Echinacea purpurea* pada sistem imun: Studi literatur. *Jurnal Gizi Ilmiah, 12*(1), 47–60. [https://doi.org/10.46233/jgi.v12i1.1466](https://doi.org/10.46233/jgi.v12i1.1466)
Setiawan, H. (2021). Potensi imunomodulator herbal ekstrak etanol daun pepaya varietas Calina terhadap struktur jaringan limpa tikus putih galur Wistar. *22*(36), 531–539. [https://doi.org/10.19087/jveteriner.2021.22.4.531](https://doi.org/10.19087/jveteriner.2021.22.4.531)
Sulistiowati, A. R., Nopriansyah, U., Syarif, A. H., et al. (2022). Pendampingan dalam proses pembuatan jamu bubuk alami sebagai upaya peningkatan sistem imun tubuh di masa pandemi COVID-19. *Al Mu’awanah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3*(1).
Walid, M., Endriyatno, N. C., Susanti, N., Astuti, M. W., & Trihawa, I. (2023). Obat-obatan herbal (*herbal medicine*) untuk peningkatan imunitas dalam menghadapi musim pancaroba. *Journal of Health Innovation and Community Services, 2*(1), 8–14. [https://doi.org/10.54832/jhics.v2i1.108](https://doi.org/10.54832/jhics.v2i1.108)
Yanuarty, R., Toding, F. A., & Nurhaliza, S. (2024). Edukasi pemanfaatan jahe untuk meningkatkan sistem imun tubuh di Desa Powelua, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. *Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, 5*(2), 243–248. [https://doi.org/10.35311/jmpm.v5i2.406](https://doi.org/10.35311/jmpm.v5i2.406)
Yuliana, A., Noviana, N. W., Lestari, T., & R. L. R. (2021). Potensi imunomodulator tanaman herbal tradisional Indonesia. *September*, 83–94.
Yumita, A., Wulandari, N., & Rurrozi, I. H. (2023). Kajian pengetahuan dan praktik pemanfaatan obat tradisional Indonesia untuk meningkatkan sistem imun tubuh. *JIFA: Jurnal Ilmiah Farmasi Attamru, 4*(2), 83–97.
Zuhri, I. M., Mas, L., Faizati, A. I., & Mutiah, R. (2022). Fitokimia dan farmakologi tanaman empon-empon sebagai imunomodulator pada penyakit saluran pernapasan: Systematic review. *10*(1), 555–569.


