Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Geometri pada Siswa Kelas VI SD Negeri Kuripan Kidul 2
DOI:
https://doi.org/10.63863/jce.v3i1.290Keywords:
pemahaman konsep, geometri, bangun ruang, sekolah dasar.Abstract
Penelitian ini fokus pada pemahaman konsep
geometri siswa kelas VI sekolah dasar yang dikaji
melalui latihan soal pemahaman konsep yang disertai
wawancara. Materi yang diteliti meliputi jaring-jaring
kubus dan balok, luas permukaan, serta volume bangun
ruang. Kajian ini diarahkan untuk melihat kemampuan
siswa dalam memahami konsep geometri, menjelaskan
kembali materi dengan bahasanya sendiri, serta
menyelesaikan permasalahan secara runtut dan logistik.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif
dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah
siswa kelas VI SD Negeri Kuripan Kidul 2 Kota
Pekalongan. Data diperoleh melalui tes uraian yang
diberikan kepada seluruh siswa, serta wawancara
mendalam yang dilakukan terhadap tiga siswa terpilih
untuk menggali pemahaman konsep geometri secara
lebih rinci. Pemilihan subjek wawancara didasarkan
pada perbedaan tingkat pemahaman konsep siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan
pemahaman konsep geometri siswa berada pada tingkat
yang beragam. Dari dua belas siswa, tujuh siswa berada
pada kategori sangat baik, dua siswa pada kategori baik,
dua siswa pada kategori cukup, dan satu siswa pada
kategori kurang. Siswa dengan tingkat pemahaman
tinggi mampu menjelaskan kembali konsep geometri
dengan baik, menentukan rumus yang sesuai, serta
menyelesaikan soal secara runtut dan tepat. Siswa
dengan tingkat pemahaman sedang umumnya mampu
menyelesaikan soal, namun masih mengalami kendala
dalam ketelitian dan proses perhitungan. Sementara itu,
siswa dengan tingkat pemahaman rendah menunjukkan
kesulitan
dalam memahami konsep geometri,
khususnya pada materi luas permukaan dan volume
bangun ruang, serta belum mampu menjelaskan
kembali konsep secara lisan.
Hasil wawancara menunjukkan bahwa soal yang
melibatkan visualisasi gambar lebih mudah dipahami
oleh siswa. Masalah utama yang dialami siswa
terletak pada pemahaman maksud soal dan langkah-langkah
penyelesaiannya. Dengan demikian, penggunaan
tes uraian yang disertai wawancara mampu
memberikan gambaran yang lebih menyeluruh
mengenai kemampuan pemahaman konsep geometri
siswa sekolah dasar.
Downloads
References
[1] Hudojo, H. (2005). Pengembangan kurikulum dan pembelajaran matematika. Malang, Indonesia: Universitas Negeri Malang.
[2] National Council of Teachers of Mathematics. (2000). Principles and standards for school mathematics. Reston, VA: National Council of
Teachers of Mathematics.
[3] Ruseffendi, E. T. (2006). Pengantar kepada membantu guru mengembangkan kompetensinya dalam pengajaran matematika. Bandung,
Indonesia: Tarsito.
[4] Sudjana, N. (2017). Penilaian hasil proses belajar mengajar. Bandung, Indonesia: Remaja Rosdakarya
[5] Fatimah, S. (2017). Pemahaman konsep matematis siswa dalam pembelajaran matematika. Jakarta, Indonesia: RajaGrafindo Persada.
[6] Fitrah, M. (2017). Metodologi penelitian
pendidikan matematika. Yogyakarta, Indonesia: Deepublish.
[7] Lestari, K. E., & Yudhanegara, M. R. (2015).
Penelitian pendidikan matematika. Bandung, Indonesia: Refika Aditama.
[8] Effendi, K. N. S. (2017). Pemahaman konsep siswa pada materi kubus dan balok. Bandung, Indonesia: Symmetry – Pasundan Journal of Research
in Mathematics Learning and Education, Universitas Pasundan.
[9] Damayanti, F., & Rufiana, I. S. (2024). Analisis
pemahaman konsep matematika pada materi bangun ruang kubus dan balok ditinjau dari motivasi belajar siswa sekolah dasar. Ponorogo,
Indonesia: Edupedia, Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
[10] Arifin, N., dkk. (2023). Analisis pemahaman konsep matematika siswa kelas V pada materi volume kubus dan balok di SD Negeri Tanjung Barat 01 Pagi. Jakarta, Indonesia: Prosiding Diskusi Panel Nasional Pendidikan Matematika, Universitas Indraprasta PGRI..
[11] Pratiwi, T. O., & Budiman, I. (2024). Analisis kemampuan spasial siswa pada materi kubus dan balok ditinjau dari gaya belajar. Didactical Mathematics.
[12] Ariyani, E. F., Suhendra, & Rahayu, P. (2024). Analisis learning obstacle siswa pada materi kubus dan balok. Intellectual Mathematics Education (IME).
[13] Fauzi, I., & Arisetyawan, A. (2020). Analisis kesulitan belajar siswa pada materi geometri di sekolah dasar. Kreano: Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif.
[14] Widiawati, H., Hendriani, & Fitriani. (2023). Desain didaktis konsep volume balok dan kubus untuk mengembangkan kemampuan abstraksi matematis siswa kelas V sekolah dasar. JPGSD: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar.


